Ms. Ava ke UNISKA Buat Ngulek Rujak, Ini Cerita Serunya!

Kediri — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kadiri (UNISKA) menyelenggarakan kegiatan bertema “Cross Culture Understanding between Indonesia and US” pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di Gedung Pusat Lantai 3 UNISKA. Kegiatan ini menghadirkan mitra FKIP, BEC, bersama Ms. Ava Atkinson, mahasiswa dari University of Richmond, Amerika Serikat, yang juga merupakan putri dari Ibu Leslie Bohon.

Seluruh peserta kegiatan mengenakan batik dan tenun khas Kediri sebagai dress code, yang mencerminkan komitmen FKIP UNISKA dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memperkenalkannya dalam forum internasional.

Acara diawali dengan check-in peserta, dilanjutkan dengan pembukaan resmi serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sebagai bentuk apresiasi dan simbol persahabatan lintas budaya, FKIP UNISKA menyerahkan sertifikat dan cendera mata kepada Ms. Ava Atkinson berupa topi dan syal tenun khas Kediri.

Topi tenun khas Kediri digunakan oleh Ms. Ava Atkinson

Agenda utama kegiatan adalah Cultural Sharing Session yang menghadirkan Carissa Amalia, mahasiswa FKIP UNISKA, sebagai perwakilan Indonesia, dan Ms. Ava Atkinson sebagai perwakilan dari Amerika Serikat. Dalam sesi ini, keduanya berbagi pengalaman terkait budaya akademik dan kehidupan kampus di masing-masing negara.

Ms. Ava menjelaskan perbedaan sistem perkuliahan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa di University of Richmond terbiasa berpindah kelas dan gedung untuk setiap mata kuliah.

“In my university, students usually move from one building to another for different classes. Sometimes, even the first and second classes of the day are held in different buildings,” jelas Ms. Ava.

Ia juga menambahkan bahwa interaksi antara mahasiswa dan dosen sangat bergantung pada ukuran kelas.

“It really depends on the class size. In big classes with more than 200 students, interaction with the professor is quite limited. But in small classes, discussion and communication are much more active,” ungkapnya.

Selain aspek akademik, Ms. Ava juga membagikan pengalaman mengenai budaya non-akademik di Amerika Serikat. Ia menyebutkan bahwa American football merupakan olahraga paling populer, dan University of Richmond memiliki beragam klub mahasiswa sebagai wadah pengembangan minat dan bakat.

Kegiatan dilanjutkan dengan interactive discussion, di mana mahasiswa FKIP UNISKA secara aktif mengajukan pertanyaan, termasuk mengenai kedekatan hubungan antara mahasiswa dan dosen di kampus Amerika Serikat. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif.

Suasana kegiatan semakin hangat pada sesi pengenalan kuliner tradisional Indonesia. Ms. Ava berkesempatan mencicipi berbagai makanan dan minuman khas Indonesia seperti klepon, onde-onde, kue lapis, es cendol, serta jamu kunir asem. Saat mencicipi kue lapis, Ms. Ava memberikan komentar spontan yang mengundang senyum para peserta.

“This one is very sticky, but I really like the texture. It’s sweet and interesting,” ujarnya.

Tidak hanya mencicipi, Ms. Ava juga mencoba membuat rujak buah secara langsung dan belajar mengulek bumbu rujak. Dalam kesempatan tersebut, Ms. Ava menyampaikan bahwa ia tidak terlalu menyukai rujak yang terlalu pedas, sehingga saat mengulek bumbu, ia hanya menambahkan satu buah cabai ke dalam rujaknya. Momen ini menciptakan suasana akrab dan penuh tawa, sekaligus menjadi pengalaman budaya yang berkesan.

Rangkaian kegiatan Cross Culture Understanding ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan pertukaran budaya lintas negara. Melalui kegiatan ini, FKIP UNISKA berharap mahasiswa dapat memperluas wawasan internasional, meningkatkan pemahaman lintas budaya, serta tetap menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya lokal.