Gandeng UNISKA Kediri, SMAN 1 Puncu Transformasikan Kompetensi Guru Lewat Asesmen Inovatif dan Berbasis HOTS

KEDIRI – Dalam upaya menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus bergerak dinamis, SMAN 1 Puncu menggelar In House Training (IHT) intensif bertajuk “Transformasi Kompetensi Guru Melalui Penyusunan Asesmen yang Efektif dan Inovatif”. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Juli 2026 ini, menggandeng Universitas Islam Kadiri (UNISKA) sebagai mitra akademis sekaligus narasumber utama.

Langkah kolaboratif ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada hasil akhir, melainkan pada kedalaman berpikir (deep learning) serta kreativitas murid.

Hadir sebagai Keynote Speaker, Erwin Hari Kurniawan, S.Pd., M.Pd., memberikan penguatan mendalam kepada seluruh dewan guru. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa asesmen modern harus dirancang sebagai instrumen yang mampu memantik keterampilan berpikir kritis, merangsang kreativitas, dan menciptakan pengalaman belajar yang bermakna (meaningful learning) bagi peserta didik.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNISKA, Angga Prasongko, M.Pd., M.H. Ia menegaskan bahwa akselerasi perubahan di era digital menuntut pendidik untuk memiliki daya adaptasi tinggi. “Salah satu bentuk adaptasi nyata seorang guru adalah kemampuannya merancang asesmen yang relevan, efektif, dan inovatif, selaras dengan kebutuhan murid di era yang terus berubah,” tuturnya.

Momentum Menjadi Guru Pembelajar Sepanjang Hayat

Kepala SMAN 1 Puncu, Jawari Muslim, S.Pd., secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan pesan yang menggugah semangat profesionalisme. Ia mengajak seluruh guru menjadikan IHT bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan wahana refleksi dan peningkatan diri yang berkelanjutan.

“IHT bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang belajar bersama bagi seluruh guru untuk memperkaya wawasan, memperbarui pengetahuan, dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat agar mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin bermakna bagi murid,” tegas Jawari Muslim.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Adi Prayitno, S.Pd., M.M., dalam arahannya menyampaikan apresiasi sekaligus penekanan strategis. Menurutnya, jantung dari kualitas pendidikan berada pada kualitas gurunya. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi melalui IHT merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan layanan pendidikan terbaik bagi generasi masa depan.

Dari Teori ke Praktik Kolaboratif: Rancang Asesmen HOTS

Berbeda dengan pelatihan konvensional yang bersifat satu arah, IHT SMAN 1 Puncu berlangsung interaktif dan aplikatif. Setelah sesi pembinaan materi, para guru dibagi ke dalam kelompok-kelompok kerja kolaboratif berdasarkan rumpun mata pelajaran.

Dalam sesi praktik intensif ini, para guru ditantang untuk menyusun instrumen asesmen yang berkualitas. Fokus utama diarahkan pada perancangan soal berbasis kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), pembuatan stimulus soal yang kontekstual dengan kehidupan nyata murid, serta penyelarasan presisif dengan tujuan pembelajaran.

Hasil kerja tiap kelompok kemudian dipresentasikan dan dibedah bersama dalam sesi diskusi terbuka. Masukan konstruktif dari narasumber UNISKA dan kritik saran dari rekan sejawat (peer feedback) memberikan pengalaman belajar yang komprehensif, sehingga produk asesmen yang dihasilkan benar-benar valid, inovatif, dan siap diterapkan di ruang kelas.

Melalui penyelenggaraan IHT ini, SMAN 1 Puncu semakin memantapkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan budaya belajar (learning culture). Kompetensi yang diasah selama tiga hari ini diharapkan segera bertransformasi menjadi praktik nyata di kelas—menciptakan ekosistem belajar yang berpusat pada murid, serta mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan zaman.