Libur Murid, Guru Bertumbuh: SMKS Hasanudin Pare Gelar In House Training Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

PARE – Memanfaatkan masa libur sekolah, SMKS Hasanudin Pare menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan dengan menyelenggarakan In House Training (IHT). Dengan mengusung semangat “Libur Murid Guru Bertumbuh”, kegiatan ini mengambil tema utama “Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme GTK SMKS Hasanudin Pare dalam Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas”.

Kegiatan yang berlokasi di Aula SMKS Hasanudin Pare ini berada di bawah arahan Kepala SMKS Hasanudin Pare, Arif Habibi, M. Pd. I. Beliau menekankan pentingnya kemampuan adaptif dan inovatif para pendidik dalam menghadapi dinamika pendidikan yang cepat, baik melalui penguasaan kurikulum mutakhir maupun pendekatan kesiswaan yang empatik. Beliau juga mengimbau seluruh peserta untuk memanfaatkan momentum pelatihan ini secara maksimal guna berkolaborasi menciptakan ekosistem sekolah yang inklusif, ramah, dan berpusat pada perkembangan peserta didik

Program pelatihan ini memiliki sifat yang mengikat dan wajib diikuti oleh seluruh guru beserta tenaga kependidikan di sekolah tersebut. Untuk menunjang kelancaran dan efektivitas pelatihan, pihak panitia mewajibkan seluruh peserta untuk membawa laptop masing-masing.

Rangkaian Kegiatan dan Pemateri

Pelatihan IHT ini diselenggarakan secara intensif selama dua hari dengan pembagian fokus materi sebagai berikut:

  • Hari Pertama (Selasa, 7 Juli 2026): Kegiatan IHT dimulai sejak pukul 07.00 hingga selesai. Fokus materi pada hari pertama mencakup penguatan kurikulum, perangkat ajar, dan layanan tenaga kependidikan. Sesi ini menghadirkan dua pemateri ahli, yakni Niken Peni Wardani, S. T., M. T. selaku PS Cabdindik Wilayah Kediri, dan Erwin Hari Kurniawan, M. Pd., Dosen UNISKA.

Hari Kedua (Rabu, 8 Juli 2026): Agenda hari kedua dilanjutkan dengan penyampaian Materi 2 yang difasilitasi oleh Erwin Hari Kurniawan, M. Pd., Dosen dari FKIP Universitas Islam Kadiri (UNISKA). Pada hari kedua ini, pembahasan menukik tajam pada area manajemen kesiswaan, yang merupakan tulang punggung dalam menciptakan ekosistem sekolah yang positif, inklusif, dan berpusat pada peserta didik.

Sesi ini secara khusus membedah penguatan tugas tambahan guru di luar jam mengajar akademik, dengan rincian fokus sebagai berikut:

  • Sinergi Wali Kelas (Walas) dan Bimbingan Konseling (BK): Pemaparan menekankan pentingnya kolaborasi erat antara Walas dan Guru BK dalam mengakomodasi keberagaman karakter dan potensi siswa. Dengan mengedepankan prinsip pendidikan inklusif dan Differentiated Instruction (pembelajaran berdiferensiasi), Walas dan BK dibekali strategi untuk memetakan kebutuhan unik setiap anak secara diagnostik. Tujuannya adalah memberikan pendampingan psikologis dan akademik yang tepat sasaran, memastikan kesehatan mental siswa terjaga, dan menjamin tidak ada satupun anak yang tertinggal dalam proses belajarnya.

  • Optimalisasi Peran Pembina Ekstrakurikuler: Sesi ini juga menyuntikkan energi baru bagi para pembina ekstra. Pembinaan kegiatan di luar kelas—seperti kepramukaan dan organisasi kesiswaan lainnya—diarahkan pada penguatan tata kelola organisasi yang visioner dan program pembentukan karakter yang terstruktur. Selain itu, ditekankan pula pentingnya penerapan kebijakan keselamatan (safety policies) yang ketat dalam setiap kegiatan lapangan, agar siswa dapat mengeksplorasi minat dan bakatnya dengan aman dan maksimal.

  • Transformasi Tata Tertib Sekolah: Alih-alih menggunakan pendekatan yang kaku dan punitif, penegakan tata tertib kini diorientasikan pada pembentukan disiplin positif. Guru dan tenaga kependidikan diajak untuk menjadi role model yang inspiratif, membangun kesadaran intrinsik siswa terhadap aturan, dan bersama-sama mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah, tertib, serta kondusif untuk menyongsong masa depan.

Melalui pendalaman materi manajemen kesiswaan ini, In House Training SMKS Hasanudin Pare diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi pedagogik guru di dalam kelas, tetapi juga memperkuat peran strategis mereka sebagai pembimbing, pelindung, dan inspirator bagi seluruh peserta didik.