FKIP UNISKA Kediri – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri sukses menyelenggarakan konferensi internasional tahunan The 3rd International Conference on English Language Education for Undergraduate Students (ICELS 2026) secara daring pada Sabtu (06/06). Pada gelaran tahun ketiganya ini, ICELS mengangkat tema yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yaitu "English Language Learning in a Digital and Inclusive World: Integrating Technology, Pedagogy, and Language Awareness."
Acara ini dibuka secara resmi dengan sambutan hangat dari Rektor UNISKA Kediri, Prof. Dr. Bambang Yulianto, M.Pd., serta dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, peneliti, dan ratusan mahasiswa dari berbagai instansi dan negara. Ketua Panitia ICELS 2026, Sri Wulandari, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini dirancang khusus sebagai wadah akademis bagi para peneliti muda, khususnya mahasiswa sarjana (S1), untuk saling bertukar ide, memaparkan hasil riset, dan terlibat dalam dialog ilmiah global.
Dekan FKIP UNISKA Kediri, Dr. Ayu Fatmawati, M.Pd., dalam pidato menyambutnya (welcoming speech) menekankan pentingnya adaptasi dunia pendidikan di tengah pesatnya transformasi digital.
Beliau juga menambahkan bahwa suara dan perspektif para peneliti muda sangat vital dalam membentuk masa depan lanskap pendidikan.
Soroti Peran Pendidik di Tengah Tantangan Artificial Intelligence (AI)
Konferensi ICELS 2026 ini menghadirkan rangkaian sesi pleno yang diisi oleh para pakar dan pembicara utama (keynote speakers) internasional yang sangat berpengalaman di bidang teknologi pendidikan dan pengajaran bahasa.
Rensselaer Polytechnic Institute, USA
International Scholar
Educational Technology Specialist
Salah satu topik hangat yang memicu diskusi interaktif yang mendalam dalam sesi keynote adalah integrasi dan tantangan Artificial Intelligence (AI) di dalam ruang kelas modern. Para pembicara menyoroti fenomena di mana generasi muda saat ini kerap memperlakukan AI sebagai konselor atau sumber kebenaran mutlak.
Menanggapi hal tersebut, forum sepakat bahwa peran guru atau dosen tidak dapat digantikan. Pendidik harus tetap menjadi figur utama di kelas yang mengarahkan siswa, mendorong kemampuan berpikir kritis (critical thinking), dan melakukan cek fakta. AI harus diposisikan secara bijak sebagai alat bantu (tool) untuk mempelajari pengetahuan dasar, bukan sebagai pengganti keahlian manusia.
Setelah sesi pemaparan materi utama dan penyerahan sertifikat penghargaan secara virtual kepada para pembicara, agenda ICELS 2026 dilanjutkan dengan sesi presentasi paralel (parallel sessions). Pada sesi ini, para peserta mahasiswa dibagi ke dalam beberapa breakout room Zoom untuk mempresentasikan makalah akademik mereka dan mendapatkan masukan langsung dari para pembahas ahli.
Melalui suksesnya penyelenggaraan ICELS 2026, FKIP UNISKA Kediri kembali mempertegas komitmennya dalam mendukung internasionalisasi kampus, memfasilitasi publikasi ilmiah mahasiswa ke jurnal-jurnal bereputasi, serta terus berinovasi demi mencetak generasi pendidik yang siap menghadapi tantangan abad ke-21.
Tonton Rekaman Live ICELS 2026
Saksikan kembali jalannya pleno, pidato pembuka dari pimpinan universitas, dan sesi pemaparan menarik para pemateri utama secara lengkap melalui YouTube resmi FKIP UNISKA Kediri.
Tag: #FKIPUNISKA #ICELS2026 #KonferensiInternasional #PendidikanBahasaInggris #UNISKAKediri
