Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-43 Universitas Islam Kadiri (UNISKA) Kediri menjadi momen berharga bagi seluruh civitas akademika untuk menengok kembali perjalanan panjang institusi dalam memajukan pendidikan tinggi, menguatkan nilai-nilai keislaman, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an yang diikuti oleh para dosen Uniska Kediri bersama mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Nurul Furqon. Selanjutnya, acara inti dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan agenda kirim doa, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Saifullah Efendi selaku Sekretaris Eksekutif Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila.
Suasana penuh kekhusyukan dan keakraban mewarnai jalannya kegiatan. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta para sesepuh dan tokoh pendiri Uniska Kediri yang turut memberikan makna mendalam dalam peringatan harlah tahun ini.
Sambutan Rektor Uniska Kediri pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), H. Khayatudin, S.H., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dari Rektor beserta jajaran pimpinan universitas yang berhalangan hadir karena sedang menjalankan tugas dan agenda kedinasan di luar kampus.
Mewakili pimpinan universitas, H. Khayatudin juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi dalam peringatan Harlah ke-43 Uniska Kediri. Apresiasi khusus diberikan kepada para sesepuh dan pendiri universitas yang telah meletakkan dasar perjuangan serta menjadi bagian penting dalam perjalanan perkembangan kampus hingga saat ini.
Apresiasi Kiprah dan Jejak Sejarah Para Pendiri
Kehadiran para tokoh pendiri dan sesepuh universitas, di antaranya Dr. Ir. H. Abu Talkah, M.M., Ketua Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila Dr. H. Rinto Harno, S.Mn., M.M., serta Dewan Pembina Yayasan KH. Najib Zamzami, menjadi simbol kesinambungan perjuangan yang telah mengantarkan Uniska Kediri tumbuh dan berkembang selama lebih dari empat dekade. Semangat pengabdian dan dedikasi yang telah diwariskan para pendahulu diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam mewujudkan kemajuan universitas yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila, Dr. H. Rinto Harno, S.Mn., M.M., mengulas kembali sejarah berdirinya Uniska Kediri. Ia menegaskan bahwa eksistensi dan perkembangan universitas hingga saat ini tidak terlepas dari semangat kebersamaan, ketulusan, serta komitmen seluruh unsur yayasan dan civitas akademika dalam membangun institusi.
Menurutnya, Uniska Kediri merupakan aset bersama yang harus dijaga, dirawat, dan dikembangkan secara kolektif. Karena itu, seluruh warga kampus diajak untuk terus memperkuat solidaritas, meningkatkan kualitas kinerja, dan menjaga semangat kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi di masa mendatang.
Arah Strategis & Pesan Kebangsaan
Dalam arahannya, Dewan Pembina Yayasan, KH. Najib Zamzami, menyampaikan ucapan selamat sekaligus memberikan petuah penting bagi kemajuan institusi ke depan. Tiga pesan utama tersebut ditekankan sebagai pilar penyangga perkembangan kampus di era globalisasi:
Rasa Syukur
Mensyukuri capaian, berkah, dan kepercayaan pendidikan tinggi yang diraih Uniska Kediri hingga usia ke-43 tahun.
Tawasul & Doa
Pentingnya mendoakan para sesepuh pendahulu yang tulus meletakkan fondasi dan napas perjuangan universitas.
Kekompakan
Mempererat tali persatuan civitas akademika yang harmonis berlandaskan nilai moral Ahlussunnah wal Jamaah.
KH. Najib Zamzami juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman serta tetap berpegang teguh pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah sebagai landasan moral dan spiritual dalam setiap langkah pengembangan universitas ke depannya.
Peringatan Harlah ke-43 Uniska Kediri tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, melainkan juga menjadi momentum refleksi terhadap perjalanan panjang pengabdian universitas kepada masyarakat. Selama lebih dari empat dekade, Uniska Kediri telah melalui berbagai tantangan dan dinamika, sekaligus terus berupaya memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tinggi keilmuan, nilai-nilai moral, pengabdian, dan kebermanfaatan.
Melalui kegiatan doa bersama dan tasyakuran ini, seluruh keluarga besar Uniska Kediri berharap agar universitas semakin kokoh, berkembang, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih luas dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat di berbagai bidang.
